Tulisan dari:
Muchlisin BK dan Fahd Ahmad Arifan dan Hizbuttahrir Indonesia
Sulaiman Al Qanuni lahir di kota Trabzun pada tahun 1494 Masehi. Ayahnya yang tak lain adalah gubernur di wilayah tersebut sangat sayang dan peduli terhadapnya. Pada usia 7 tahun, ia dididik dengan ilmu sastra, sains, sejarah, teologi dan taktik perang. Pendidikan yang baik dan terpadu sejak kecil itu membuat Sulaiman tumbuh dalam suasana keilmuan, menyukai sastra dan dekat dengan para ulama. Ia dikenal tenang dan mampu melahirkan keputusan-keputusan matang.
